Kamis, 09 Juni 2016

Kisah Kura-kura dan Kelinci : Run Your Race

Ada sebuah kisah menarik tentang bakat dan ketekunan. Yuk sama-sama simak kisah yang satu ini;

Pada suatu hari di sebuah desa yang indah hiduplah berbagai binatang.  Mereka hidup dalam damai dan tentram. Saat matahari muncul di pagi hari mereka akan keluar untuk mencari makan. Dan saat matahari terbenam mereka pulang ke rumah masing-masing. Mereka juga saling berbagi. Mereka pun senang bermain bersama.

Namun begitu tetap ada saja seekor kelinci yang suka iseng. Si kelinci ini memang sangat berbakat dalam melakukan berbagai pekerjaan. Juga senang berlari ke sana sini mengganggu tetangga-tetangganya. Sampai pada suatu hari kelinci ini bertemu dengan seekor kura-kura yang sedang berjalan menuju ke danau. Dan kelinci ini menantang si kura-kura untuk lomba lari yang sampai ke danau duluan adalah pemenangnya, dan kelinci ini berjanji jika si kura-kura bisa menang dia akan menjadi budak untuk si kura-kura. Tetapi jika kura-kura kalah si kelinci di ijinkan untuk menaiki punggungnya dan tidur di atasnya. Dan kura-kura menerima tantangan si kelinci ini.

Mulai lah perlombaan ke danau. Karena si kelinci sombong dan cepat maka dia berlari kedepan sampai setengah jalan. Setelah itu dia tidur sejenak. Namun si kura-kura terus tekun berjalan dengan lambat tapi pasti. Karena si kura-kura biasa berjalan ke danau jadi si kura-kura tahu jalan pintas menuju danau. berjalanlah si kura-kura melalui jalan itu.



Terbangun lah si kelinci dengan kaget dari tidurnya dan bertanya ke seekor siput "adakah kura-kura lewat di sekitar sini?" Jawab siput "tidak ada". Maka berjalanlah si kelinci ke danau dengan santai sambil bernyanyi.

Ketika si kelinci sampai di danau di lihatnyalah si kura-kura sedang bekerja di danau. Maka terkagetlah si kelinci. Dan karena sesuai perjanjian maka si kelinci menjadi budak si kura-kura beberapa waktu lamanya.

Hikmat dari cerita;
1. Tekun adalah harga mati untuk sampai tujuan.
2. Jangan bertanya kepada sumber yang salah seperti si kelinci.
3. Jangan bermalas-malasan seperti si kelinci.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar