Senin, 24 November 2014

Pengaruh Warna pada Desain dan Karakter

Dalam desain, warna dapat menunjukkan gaya/style sebuah desain:

Warna etnik : warna yang berciri gaya etnik/tradisional, contohnya dominan hijau tua, coklat, dsb.
Warna pop art : warna yang menggunakan warna-warna cerah (khas pop art), seperti perpaduan warna merah, kuning, orang, dsb.
Warna op-art (psikodelik) : warna yang mennggunakan warna-warna yang memberikan efek khusus terhadap mata yang melihatnya( seperti kesan luas/sempit, tinggi-rendah, dsb.). Contoh komposisi warna tersebut adalah merah-biru, merah-hijau, dsb.
Warna posmo (postmodern): warna yang menggunakan warna-warna soft yang mencirikan gaya postmodern. Contoh:perpaduan warna pastel.

dan Warna juga berfungsi untuk memberikan vibrasi tertentu di dalam suatu desain. Begitu hebatnya kekuatan warna, sehingga bisa memberikan efek psikologis kepada semua orang yang melihatnya. Malah di dalam terapi kesehatan, warna tertentu di gunakan untuk membantu pasien menjadi lebih cepat sembuh.


1. MERAH
Merah adalah warna yang kuat sekaligus hangat. Biasanya di gunakan untuk memberikan efek psikologi ‘panas’ , ‘berani’ , ‘marah’ dan ‘berteriak’. Beberapa studi juga mengindentifikasi merah sebagai warna yang sexy.Di dalam desain, kita bisa menggunakan warna merah sebagai aksen karena sifatnya yang kuat. Misalnya, foto hitam putih di berikan aksen warna merah sedikit saja sudah bisa membuat foto tersebut menjadi terlihat berbeda.


2. HIJAU
Hijau adalah warna yang tenang karena biasanya di kaitkan dengan lingkungan dan alam. Di dalam desain, kita bisa menggunakan warna hijau untuk memberikan kesan segar. Dan dengan mudah kita bisa memberikan nuansa membumi dengan kombinasi warna hijau dan coklat gelap.Kalau warna merah di atas bisa di ibaratkan sebagai musik rock dengan hentakan keras dan cepat, maka warna hijau bisa di ibaratkan sebagai musik klasik (atau musik-musik meditasi). Maka itu berhati-hatilah memadukan merah dan hijau, karena akan sedikit bermasalah.


Minggu, 23 November 2014

Time to Music by Pentatonix

Check this out guys!, I love this song and also interest with the way they bring it on!

Mary, Did You Know? By Pentatonix


Lyric:

Mary, did you know
that your Baby Boy would one day walk on water?
Mary, did you know
that your Baby Boy would save our sons and daughters?
Did you know
that your Baby Boy has come to make you new?
This Child that you delivered will soon deliver you.

Mary, did you know
that your Baby Boy will give sight to a blind man?
Mary, did you know
that your Baby Boy will calm the storm with His hand?
Did you know
that your Baby Boy has walked where angels trod?
When you kiss your little Baby you kissed the face of God?

Mary did you know.. Ooo Ooo Ooo

The blind will see.
The deaf will hear.
The dead will live again.
The lame will leap.
The dumb will speak
The praises of The Lamb.

Mary, did you know
that your Baby Boy is Lord of all creation?
Mary, did you know
that your Baby Boy would one day rule the nations?
Did you know
that your Baby Boy is heaven's perfect Lamb?
The sleeping Child you're holding is the Great, I Am.


Selasa, 18 November 2014

Beruntung Vs Bersyukur


Apa itu beruntung? Banyak orang mendefinisikan “beruntung” sebagai salah satu keadaan di mana seseorang bisa dengan mudah mendapatkan sesuatu tanpa bersusah payah. Bila ada kata “untung” maka ada juga kata “sial”. Sial adalah keadaan di mana seseorang selalu mendapat hal buruk terhadap apa yang telah dia kerjakan dengan sungguh-sungguh.

Tuhan yang menyediakan berkat dan kita yang berusaha untuk mendapatkannya. Dalam Amsal 12:27 dikatakan bahwa, “Orang malas tidak akan menangkap buruannya, tetapi orang rajin akan memperoleh harta yang berharga.” Bila kita ingin mendapatkan sesuatu, maka kita harus mengusahakannya terlebih dahulu karena ada berkat yang luar biasa dibalik ketekunan.

Terkadang terlalu banyak orang-orang yang beruntung (diberkati dalam semua usahanya). Mereka terlalu senang dengan kesuksesan yang telah tercapai, namun mereka lupa untuk bersyukur. Mereka lupa untuk berterima kasih kepada Sang Pember Berkat yang juga memberi mereka kehidupan.

Sama seperti ketika Yesus menyembuhkan 10 orang kusta dan hanya seorang saja yang kembail kepada Yesus untuk mengucap syukur (Lukas 17:11-19). Jadilah manusia yang hidup dengan penuh ucapan syukur dalam segala hal karena itulah yang Tuhan kehendaki dalam kehidupan kita.

Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang di kehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.1 Tesalonika 5:18

Sumber: Renungan Harian

Sikap yang membawa kuasa dalam hidup!



Pada suatu hari di sebuah desa yang indah dimana para penduduk hidup dengan rukun dan damai. Semua orang di desa itu hidup dengan berkelimpahan, kelimpahan akan hasil panen tanamannya, kelimpahan akan susu dan madu. Cuaca di desa itu pun sangat baik matahari selalu menyinari tanaman dan bunga yang sedang menikmati hangatnya siraman sang fajar. Hujanpun selalu turun memberi minum tanah dan bunga yang haus. 

Namun pada suatu hari yang tidak disangka-sangka datanglah badai yang kencang. Badai itu dengan satu gigitan memakan seluruh hasil panen para petani. Tidak banyak hasil yang tersisa karena badai itu. Tidak hanya itu, juga desa yang indah itu mengalami hujan yang berkepanjangan. Cuaca seakan berubah begitu derastisnya. Cuaca buruk. Hujan tak henti-hentinya berlalu lalang di desa itu.

Penduduk desa mulai mengeluh dengan keadaan ini. Keadaan yang buruk, hujan yang tiada hentinya. Seolah semua tanah yang telah dibajak, semua benih-benih yang tertanam, semua keringat yang tercucur adalah sia-sia. Banyak petani yang mengeluh karena sedikitnya hasil panen dan banyak juga yang menyerah.

Namun, ada seorang petani yang berbeda, apa yang membuatnya berbeda? Sederhana, yaitu sikap hatinya yang senantiasa mengucap syukur. Petani ini mengerti semua penduduk mengalami keadaan yang sama. Tetapi petani ini walaupun di tengah keadaan yang buruk itu ia tidak mengeluh, ia tidak menyalahkan hujan, tidak menyalahkan angin, tidak menyalahkan tanah. Melainkan terus bekerja dengan harapan sesuatu yang baik akan segera terjadi.

Singkat cerita, badaipun sudah berlalu beberapa waktu dan datanglah seorang pembeli dari kota untuk mencari bahan makanan. Pembeli itu berkeliling desa untuk berbincang-bincang dengan beberapa petani. Beberapa petani itu masih terus mengeluh karena keadaan tersebut yang  hasilnya hanya sedikit dan kurang baik.

Lalu bertemulah pembeli itu dengan petani yang selalu mengucap syukur itu. Karena pembeli itu merasakan sikap yang berbeda dari petani itu, kata-kata yang positif, sikap yang berbeda. Akhirnya pembeli itu memutuskan untuk membeli seluruh hasil panen petani itu.


Cerita ini hanya sebuah fiksi belaka, Namun tahukah saudara bahwa sikap yang bersyukur itu adalah juga sebuah sikap yang hormat dan berserah kepada Tuhan. Suatu cara kita mengatakan terimakasih kepada Tuhan. Tuhan tersenyum ketika anak-anakNya berserah kepadanya.
Terkadang sebuah keadaan tidak bisa kita kendalikan, tapi yang bisa kita pilih untuk lakukkan adalah bersyukur. Dengan bersyukur kita akan memiliki damai dan sukacita dan itulah yang menjadi kekuatan kita.
1 Tesalonika 5:18 
Mengucap syukurlah dalam segala hal, sebab itulah yang dikehendaki Allah di dalam Kristus Yesus bagi kamu.

So, mengucap syukurlah dalam segala keadaan! God is smiling to you !

Senin, 17 November 2014

Business Model Canvas [Elemen2 penting dalam sebuah bisnis]

Business Model Canvas

Mau mulai sebuah bisnis? pelajari dulu metode ini !
Kali ini kita akan membahas tentang, Bagaimana cara kita mengukur sebuah bisnis? apakah bisnis itu sedang sehat? sakit? atau demam??

Kita semua pasti punya sebuah ukuran masing-masing tentang suatu bisnis? mungkin kita dapat ukur dari incomenya? dari profitnya? dari banyaknya jumlah karyawan mungkin? dll. Dalam hal ini tidak ada orang yang benar ataupun salah, karena semua dari kita sebagai pebisnis punya cara pandang masing-masing. Nah, yang ingin saya bagikan kali ini adalah sebuah metode berupa Business Model Canvas.

Tanpa berlama-lama, Yuk kita mulai aja !

Buat kita yang akan memulai suatu bisnis baru atau sedang menjalankan bisnis kadang kita sering bertanya sama diri sendiri atau sama orang kenapa sih bisnis saya ga maju, apa yang salah dengan bisnis saya. Atau saya mendapatkan hasil yang bagus dari bisnis saya saat ini, tapi bagaimana saya mengembangkan bisnis saya? Apa yang bisa saya lakukan untuk mengembangakan bisnis ini? Atau bagi yang lebih advance lagi akan bertanya apa strategi bisnis saya yang akan datang? Bagaimana rupa organisasi saya ke depan?

Pertanyaan2 diatas kadang sulit kita jawab karena kita ga punya alat untuk memotret usaha kita. Untuk mengevaluasi rencana bisnis atau bisnis yang kita sedang jalani kta perlu melihat dari sudut pandang yang jelas dan utuh mengenai model bisnis kita. Nah Business Model Canvas adalah salah satu alat untuk membantu kita melihat lebih akurat bagaimana rupa usaha yang sedang atau kita akan jalani. Dengan tool ini kita seakan melihat bisnis dari gambaran besar namun tetap lengkap dan mendetail apa saja elemen2 kunci yang terkait dengan bisnis kita. Dengan demikian kt bisa melihat gambaran utuh yang sangat membantu dalam menjawab pertanyaan2 seputar bisnis kita. Dengan mengevaluasi satu demi satu elemen2 kunci kita jadi lebih mudah menganalisis apa yang kurang tepat, dan pada akhirnya kita bisa mengambil langkah untuk mencapai tujuan bisnis kita.

Alexander Osterwalder dalam bukunya Business Model Generation menciptakan sebuah framework yang sederhana dan mudah dimengerti untuk menggambarkan bisnis kita yaitu Business Model Canvas. Pada business model canvas ini ada sembilan kotak yang merepresentasikan elemen-elemen kunci yang secara umum akan ada pada semua model bisnis.
Kesembilan hal tersebut adalah:
Customer segments
Value proposition
Channel
Customer relationship
Revenue stream
Key resource
Key activities
Key partners
Cost