Ketika hari gelap di sebuah taman, malam itu adalah malam yang kelabu, suram dan menakutkan bagi Yesus. Ia berkeringat tetesan-tetesan darah. Yah, itu adalah malam yang mengerikan, karena Yesus akan di tangkap dan di salib. Keadaan sepertinya sudah berat dan sudah kalah. Huft! itu sangat menyedihkan. Yesus pun berdoa, Ia melihat malaikat-malaikat surga.Sebuah blog yang berisi berbagai cerita pengalaman, dan artikel tentang bagaimana memiliki kehidupan yang penuh dan utuh! ----------- " Hidup anda mulai berubah ketika anda mengubah sesuatu yang anda lakukan setiap hari. - John C Maxwell - "
Senin, 25 April 2011
Waktu Mu akan segera Tiba!
Ketika hari gelap di sebuah taman, malam itu adalah malam yang kelabu, suram dan menakutkan bagi Yesus. Ia berkeringat tetesan-tetesan darah. Yah, itu adalah malam yang mengerikan, karena Yesus akan di tangkap dan di salib. Keadaan sepertinya sudah berat dan sudah kalah. Huft! itu sangat menyedihkan. Yesus pun berdoa, Ia melihat malaikat-malaikat surga.Jumat, 22 April 2011
Kuasa dalam Sorak!

Dalam setiap pertandingan besar seperti sepak bola, basket, atau apapun, kita bisa lihat banyak orang-orang bersorak untuk tim yang mereka dukung. Mereka bersorak untuk tim favorit mereka. Teman saya pernah cerita kalau sebuah tim sedang bertanding jika tidak ada suporter (orang yang bersorak / menyemangati) tim itu bertanding kurang gairah, lemas. Apalagi kalau tim lawan membawa banyak suporter, waw, "makin lemes" dia bilang.
Senin, 11 April 2011
Jenis-Jenis Sifat Buruk

Baca Amsal 26.
Beberapa jenis sifat yang jangan kita miliki, atau kita akan hancur! , yaitu:
Suka menyalahkan orang lain. Senang mencari alasan untuk membenarkan diri. Suka memutar balik fakta. Suka menjudgment/sembaragan menilai orang lain. Mendengarkan firman tetapi kehidupannya tidak berubah. Bebal juga sama dengan bodoh atau suka jahil. Ia tidak suka di beritahu, baginya ia adalah yang paling benar! Ia suka mengulangi kesalahannya / bodoh.
Akibatnya ia cenderung di hindari orang-orang, karena menyebalkan. "Seperti salju di musim panas dan hujan pada waktu panen, demikian kehormatan tidak layak bagi orang bebal. Amsal 26:1". Sebenarnya orang seperti ini sangat kasihan.
2. Orang yang menganggap dirinya bijak.
Orang ini lebih parah dibandingkan orang bebal. Orang ini sulit di beritahu. Suka 'sok tahu'. Biasanya malas untuk belajar. Seperti tong kosong nyaring bunyinya, begitulah peribahasa yang tepat untuk orang ini. Ia memiliki sifat-sifat orang bebal. Ia merasa paling pintar, sehingga sia-sia lah memberinya nasihat, ia suka menganggap rendah orang lain.
Akibatnya ia di jauhi orang lain. Ia tidak di senangi.
3. Si Pemalas
Orang ini juga suka menganggap dirinya bijak. Ia senang mencari-cari alasan untuk menghindar dari pekerjaan. Ia senang tidur hingga tidak tahu waktu. Ia lebih senang tidur dari pada melakukan kewajibannya. Orang ini cenderung pasif, lamban. Lebih parahnya orang seperti ini lebih parah di banding dengan orang bebal dan orang yang menganggap dirinya bijak. Jika di berikan suatu pekerjaan ia cenderung menunda-nunda. Ia malas berusaha. Sering berpikir negatif dan suram.
Akibatnya ia tidak akan pernah berhasil dalam kehidupannya, ia hanya akan berjalan berputar-putar setiap hari, seperti pintu berputar pada engsel nya.
4. Si Pembenci
Ia senang berpura-pura baik, padahal ia menyimpan banyak rencana kejahatan. "berpura-pura dengan bibirnya, tetapi di dalam hatinya di kandungnya tipu daya. Amsal 26:24". Orang ini cenderung sensitif dan mudah tersinggung. Ia sulit untuk melupakan sakit hatinya. Ia sering memikirkan atau membayangkan orang yang ia benci mendapat celaka. Ia memiliki moto gigi ganti mulut, jari ganti tangan, alias pembalasan 7x lipat lebih sakit.
Akibatnya ia sulit untuk bergaul. Ia cenderung menghindar. Ia tidak akan pernah bahagia dalam hidupnya. Menjadi sangat negatif dan kritis.
Banyak di antara kita memiliki karakter seperti di atas walaupun tidak banyak. Mungkin sangat sulit untuk mengampuni, untuk berubah. Berubah memang tidak terjadi dalam sehari. So, jangan menyerah dengan sifat-sifat itu jika kita sadar kita memilikinya. Terkadang kita tahu bahwa jika kita dendam itu dosa, tetapi apa daya kita dendam juga. Terkadang kita tahu jika kita berkata yang negatif/perkataan yang tidak membangun itu dosa, tetapi apa daya kita melakukannya juga. Sangat tragis.
Apa yang harus kita lakukan?
Sekarang berdoalah, minta pengampunan pada Tuhan, dan ingat mulai belajar untuk menjadi lebih bijak, jangan terpancing dengan pikiran-pikiran yang mengarahkan kita pada sikap-sikap di atas.
Tuhan Yesus, aku sadar bahwa aku selama ini sudah salah dalam bersikap. Tuhan, ampuni aku. Tuhan, tolong aku untuk berubah menjadi lebih baik, aku tidak sanggup untuk ini, tetapi aku tahu bahwa engkau yang akan bekerja di dalam aku. Engkau yang akan selalu mengingatkan aku untuk menjadi orang yang sopan, penuh hormat, ramah dan bijak. Sekarang juga aku mengampuni orang yang selama ini aku benci, aku serahkan semuanya kepadaMu. Mulai hari ini, besok dan seterusnya, tuntun aku dalam kehidupan ini, dalam Nama Yesus aku berdoa, amin.
GBU..
Rabu, 09 Februari 2011
Everyday Answers
Got Problems? Make a Trade with God
by: Joyce Meyer
Let Go of Your Worry...
God really does want to take care of us, but in order to let Him, we've got to stop trying to take care of ourselves and worrying about every little thing we can't control. Many people would like for God to take care of them, but they insist on worrying or trying to figure out an answer on their own instead of waiting for His direction. They wallow around in puddles of their own worry, wondering why God doesn’t give them peace. God will give us peace, but we must first give Him our worries.
We give God our worries by trusting that He can and will take care of us. By trusting God, we're able to rest in Him, knowing that He has the situation well under control. Worry, on the other hand, is the opposite of trust. Worry steals our peace, wears us out physically, and can even make us sick. If we're worrying, we're not fully trusting God, and we'll never be able to experience His peace.
...and Pick Up God’s Peace!
What a great trade! We give God our worry, and He gives us His peace. We give Him all our cares and concerns, and He gives us His protection, stability and joy. That's the privilege of being cared for by Him.
Because He cares for us, He wants us to live in peace and not be all tied up in knots of worry. He has ways of guiding us toward peace if we're alert enough to sense His direction.
Read the Signs
Imagine that you're driving down a road. Along the way, there are signs that provide direction or give warning. If you pay attention to the signs and follow their instructions, you will safely reach your destination.
In the same way, on the road of life there are spiritual signs along the way. In order to stay under God's protection, you must obey these signs that tell you to trust Him and not worry. Don't be afraid; have courage. If you'll pay attention to these signs, you'll find it's easy to stay on course. You'll experience the protection, peace and joy that only God can provide.
However, if you fail to heed the signs, you may notice that the road seems a little bumpier than usual, and you aren't as confident in your ability as you once were. You may become anxious about the unknown things waiting around the corner, and even veer off the road.
Focus on Today
Anxiety is like putting on a heavy coat on a hot summer day. It weighs you down. It’s difficult to move and stifling to wear. According to Webster's Dictionary, anxiety is "a state of being uneasy, apprehensive or worried..." Sometimes this uneasiness is really vague—something we just can't put our finger on. All we know is that we're uneasy.
You and I don't need to be anxious about tomorrow when we have all we can handle today. Even if we manage to solve all our problems today, we'll just have more to deal with tomorrow...and more the next day.
Why waste time worrying when it's not going to solve anything? Why be anxious about yesterday, which is gone, or tomorrow, which hasn't arrived yet? Trade in your worries today for God's peace.
Resource: Joyce Meyer Ministries